Minggu, 04 Desember 2011

CAPUNG

Capung atau sibar-sibar adalah serangga yang tergolong ke dalam  bangsa Odonata. Habitatnya di hutan-hutan, di sungai-sungai, sawah dan danau.

Perubahan bentuknya (metamorphosis) adalah metamorphosis sempurna.
Serangga termasuk filum Artrophoda yang terbesar di dunia. 800.000 serangga telah dipertelakan dan diperkirakan terdapat 2.000.000 sampai 10.000.000 serangga yang menghuni bumi ini (Hawksworth, 1994). Dari sekian banyak serangga, ada sebagian jenis serangga yang membawa keuntungan bagi manusia dan ada pula yang merugikan bagi manusia. Oleh Karena itu tidaklah mengherankan apabila perkembangan ilmu pendidikan entomologi yang pesat belakangan ini. Entomologi tidak lagi berkembang sebagai ilmu dasar yang mempelajai serangga namun telah berevolusi menjadi ilmu terapan terutama dalam penanganan hama secara terpadu.
Serangga merupakan yang beruas dengan tingkatan adaptasi yang sangat tinggi. Fosil-fosilnya dapat dirunut hingga ke masa Ordovicius. Fosil kecoa dan capung raksasa primitive telah ditemukan. Sejumlah anggota Diptera seperti lalat dan nyamuk yang terperangkap pada getah juga ditemukan.


Perilaku menarik pada capung
a.    Kawin
Pada beberapa jenis, capung jantan yang siap kawin memilki kebiasaan untuk menguasai suatu wilayah capung jantan umumnya berwarna cerah atau lebih mencolok dari betina. Warna yang mencolok ini membantu menunjukan wialayahnya kepada sang jantan lain. Perkelahian diantara capung-capung jantan sering terjadi dalam memperebutkan wilayah masing-masing.
Bila ada seekor capung betina terbang mendekati salah satu wilayah, maka jantan penghuni akan mecoba mengawininya. Capung melakukan perkawinan sambil terbang umumnya di sekitar perairan dengan menggunakan umbai ekornya. Capung jantan akan mencengkram bagian belakang kepala capung betina, kemudian capung betina akan membengkokan ujung perutnya menuju alat kelamin jantan yang sebelumnya sudah terisi sel-sel sperma. Keadaan ini akan membentuk posisi yang menarik seperti lingkaran yang disebut “roda perkawinan”. Setelah berhasil sperma akan memasuki tubuh capung betina dan membasahi telur-telurnya.
b.    Bertelur
Setelah kawin, capung betina akan meletakkan telur-telurnya dengan banyak cara sesuai dengan jenisnya. Ada yang menyimpan di sela-sela batang tanaman air, ada pula yang menyelam ke dalam air untuk bertelur. Oleh sebab itu capung selalu terikat dengan air, baik untuk meletakkan telur-telurnya maupun untuk kehidupan nimfanya.
Pada waktu capung betina meletakkan telur-telurnya, capung jantan melayang-
layang di atasnya atau tetap menepel pada tubuh betina dalam posisi berboncengan atau “tandem”.
c.    Berjemur
Capung mempunyai kebiasaan menjemur di bawah sinar matahari untuk menghangatkan tubuhnya dan menguatkan otot-otot sayapnya untuk terbang.
Peranan capung bagi manusia
            Capung dewasa tidak pernah dianggap sebagai pengganggu atau hama. Capung bahkan membantu petani di sawah karena memburu beberapa macam serangga yang biasa menjadi hama tanaman, seperti ngengat, dan walang sangit. Anak di desa sering menangkapi capung untuk pakan burung, atau untuk bermain-main dengannya.
Bentuk capung yang anggun serta warna yang indah sering menjadikan capung sebagai inspirasi bagi para seniman lukis, perancang model, perhiasan, penulis lagu maupun puisi. Gerakan terbangnya yang cepat dan dinamis menjadi inspirasi bagi para seniman seni tari.
Pada zaman dahulu di Madagaskar, Indonesia dan Malaysia konon capung digunakan sebagi makanan perangsang, dan ada pula yang menggunakan sebagai obat. Di bebrapa daerah di Indonesia terutama di pedesaan capung tentara sering digunakan untuk menghentikan kebiasaan mengompol pada anak-anak. Capung yang masih hidup di letakkan di atas pusar anak hingga kaki capung menggelitik pusar anak tersebut.
3
Lain lagi di Jepang, di negeri matahari terbit ini capung dilindungi dan tidak boleh dilukai atau dibunuh, sebab capung menurut kepercayaan orang jepang merupakan symbol kejayaan dan semangat serta penghubung jiwa orang yang sudah meninggal.
Selain itu capung memakan sebagian jenis binatang air termasuk jentik nyamuk yang dapat menyebabkan penyakit malaria dan demam berdarah. Di beberapa negara-negara di Asia Timur, baru-baru ini telah terungkap bahwa capung dapat digunakan sebagai pembasmi efektif terahadap nyamuk penyebab penyakit.
Manusia telah mencoba berbagai macam cara untuk dapat terbang. Sejak pesawat terbang pertama dibuat kira-kira seratus tahun yang lalu, ribuan model pesawat udara yang berbeda telah dirancang. Ilmuwan yang tak terhitung jumlahnya telah mencoba membuat mesin terbang yang lebih baik sampai akhirnya mereka mampu membuat mesin terbang terkini dengan disainnya yang mengagumkan.
Lebih Hebat dari Helikopter
Terbang adalah keahlian yang hebat, tapi kegunaannya tergantung pada sejauh mana ia dapat dikendalikan. Sebenarnya, untuk dapat melayang pada posisi tetap di udara atau mendarat di tempat yang diinginkan adalah sama pentingnya dengan kemampuan terbang itu sendiri. Untuk itulah, manusia merancang pesawat terbang dengan kemampuan manuver yang tinggi, yaitu helikopter. Helikopter mampu melayang di udara pada posisi tetap dan lepas landas secara tegak lurus. Karena keuntungan militer inilah, berbagai negara telah menyediakan dana dalam jumlah tak terbatas untuk pengembangan helikopter. Akan tetapi, penelitian terkini telah menemukan fakta yang sangat mencengangkan. Teknologi penerbangan helikopter modern ternyata sangat tertinggal jauh dibanding dengan seekor makhluk mungil yang mampu terbang. Makhluk ini adalah capung.
Sistem penerbangan capung adalah sebuah keajaiban disain dengan teknologi terbang yang mengalahkan semua mesin buatan manusia. Dengan alasan inilah, disain model terakhir helikopter Sikorsky yang terkenal di dunia, dibuat menggunakan disain capung sebagai model. Dalam proyek ini, perusahaan IBM membantu mendisain Sikorsky dengan memuat gambar-gambar capung dalam komputer khusus. Setelah itu, dengan mengambil contoh capung, ribuan ilustrasi dibuat dalam komputer. Kemudian, dengan mencontoh teknologi terbang capung, dibuatlah model helikopter Sikorsky.
Helikopter Sikorsky dirancang dengan meniru rancangan sempurna dan kemampuan manuver dari seekor capung.

Singkatnya, tubuh seekor serangga kecil memiliki disain lebih unggul dari rancangan manusia. Teknologi penerbangan capung dan disain sayapnya mengemukakan suatu fakta bahwa makhluk kecil ini memperlihatkan kepada kita disain menakjubkan pada ciptaan Allah. Capung memiliki dua pasang sayap yang ditempatkan secara diagonal pada tubuhnya, ini memungkinkannya melakukan manuver sangat cepat. Capung dapat mencapai kecepatan lima puluh kilometer per jam dalam waktu sangat singkat, hal yang sungguh luar biasa bagi seekor serangga. Seorang atlit olimpiade dalam perlombaan lari seratus meter, hanya mampu berlari tiga puluh sembilan kilometer per jam.
Giroskop Alami pada Capung
Ada satu persyaratan lagi bagi penerbangan yang baik. Penerbangan sangatlah berbahaya jika tidak didukung oleh sistem penglihatan yang baik. Untuk itulah, pesawat terbang dan helicopter modern memiliki sistem visual canggih. Capung juga memiliki sistem visual teramat canggih: ia memiliki mata mikro berjumlah keseluruhan tiga puluh ribu buah, dan setiap mata mengarah ke titik yang berbeda. Semua informasi dari mata-mata mikro ini diteruskan ke otak capung, yang kemudian mengolahnya seperti komputer. Dengan sistem ini, capung memiliki kemampuan melihat yang luar biasa.
Kemampuan manuver capung lebih unggul dari yang dimiliki helikopter. Misalnya, dengan satu manuver cepat di menit terakhir, capung berhasil menyelamatkan diri dari truk yang datang dari arah berlawanan.
Bahkan capung mampu meloloskan diri dari dua bahaya, yakni ketika ia harus menghindar dari menabrak kaca depan mobil yang sedang melaju ke arahnya dan harus lolos dari burung yang memburunya. Ia berhasil menyelamatkan diri dengan satu manuver cerdas.
Satu permasalahan yang dihadapi pilot, yang seringkali harus melakukan manuver, adalah bahwa setelah suatu manuver, pilot mengalami kesulitan dalam menentukan posisi pesawat relatif terhadap permukaan bumi. Jika pilot kebingungan menentukan posisi bagian atas dan bawah pesawat setelah melakukan manuver, maka pesawat ini dapat mengalami kecelakaan. Para teknisi telah mengembangkan suatu alat untuk mengatasi hal ini, yakni giroskop. Alat ini menunjukan pilot pada garis horisontal yang menandakan posisi horison. Pilot membandingkan garis horisontal ini dengan horison sesungguhnya, dan dengan demikian ia dapat menentukan posisi pesawat dengan cepat. Selama jutaan tahun, capung telah memakai perlengkapan yang mirip dengan yang dikembangkan oleh para teknisi ini. Di depan mata capung terdapat garis horisontal maya pada posisi tetap. Tak menjadi masalah, pada sudut berapa pun ia terbang, ia selalu memposisikan kepalanya sejajar dengan garis horisontal ini.
Ketika posisi tubuh capung berubah selama penerbangan, rambut-rambut di antara badan dan kepalanya menjadi terangsang. Sel-sel saraf pada akar rambut ini mengirimkan informasi ke otot-otot terbang capung tentang posisinya di udara. Hal ini memungkinkan otot-otot tersebut secara otomatis mengatur jumlah dan kecepatan gerak sayap. Dengan demikian, dalam manuver paling sulit sekalipun, capung tidak pernah kehilangan arah atau kendali. Sistem ini sungguh merupakan suatu keajaiban teknik.
Disini, manusia yang berakal akan berpikir. Capung sendiri tidak mengetahui akan sistem luar biasa yang ia miliki. Lalu, siapakah yang meletakan pada tubuh serangga ini sistem penerbangan yang sedemikian kompleks, yang bahkan para insinyur ahli telah menggunakannya sebagai model? Siapakah yang melengkapi serangga ini dengan sayap sempurna, motor yang menggerakkan sayap dan sistem penglihatan yang prima? Siapakah Pencipta disain yang luar biasa ini?
Capung: Diciptakan Sudah Sempurna dan Lengkap
Teori evolusi Darwin, yang mencoba menjelaskan kehidupan dengan peristiwa kebetulan, tak mampu berbicara ketika dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan ini. Mustahil bahwa sistem dalam tubuh capung dapat terbentuk melalui evolusi, yakni pembentukan tahap demi tahap secara kebetulan. Hal ini dikarenakan bahwa agar suatu makhluk hidup dapat hidup, semua sistem ini harus ada pada saat yang bersamaan dan telah lengkap. Capung paling pertama di dunia juga pasti muncul dengan mekanisme yang sama mengagumkannya dengan yang dimiliki capung zaman sekarang. Hal ini telah dibuktikan oleh catatan fosil tentang sejarah alam. Catatan fosil menunjukan bahwa capung-capung muncul di bumi pada saat bersamaan secara serentak. Fosil capung tertua yang diketahui ini berusia tiga ratus dua puluh juta tahun. Pada lapisan-lapisan fosil periode lebih awal, tidak dijumpai sesuatu pun yang menyerupai seekor capung. Tambahan lagi, sejak pertama kali capung muncul, catatan fosil menunjukan bahwa ia tidak mengalami evolusi.
Fosil capung tertua benar-benar sama dengan capung-capung yang hidup sekarang. Antara fosil berusia seratus empat puluh juta tahun dengan capung masa kini di sebelahnya tidak ada perbedaan sama sekali. Kenyataan ini sekali lagi membuktikan kekeliruan teori evolusi sekaligus menunjukan dengan sebenarnya bagaimana capung dan semua makhluk hidup di dunia ini muncul menjadi ada. Adalah Allah, Tuhan seluruh alam, yang menciptakan semua makhluk hidup, dan masing-masing dari mereka adalah bukti keberadaan-Nya. Di samping Allah, tak ada kekuatan lain yang mampu menciptakan seekor lalat sekali pun. Fakta ini dinyatakan oleh Allah dalam Alquran:
Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu.
Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya.
Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu.
Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah. (QS. Al-Hajj, 22: 73)
Sumber:
www.harunyahya.com


 

4 komentar:

  1. mksih bu atas materix,,,

    sri rahayu ningsi 5b biologi

    BalasHapus
  2. AssaLamu'aLaikum...

    Materi ttg Kumbangnya manaa buuu?????

    BalasHapus
  3. Assalamu Alaikum Wr.Wb
    Terima kasih postingan barunya,materinya sangat bermanfaat karena membahas serangga di sekitar kita sehingga lebih mudah dipahami

    YULIANTI
    0920959
    BIO V SIWA

    BalasHapus
  4. Assalamu Alaikum Wr.Wb
    Terima kasih postingan barunya!Semoga bermanfaat bagi kami semua dan dapat menambah pengetahuan tentang manfaat dari serangga khususnya capung...

    EKA MAYASARI
    0920939
    BIO V SIWA

    BalasHapus